Arti Zuhud / Pengertian Dari Zuhud

Salam sejahtera bagi teman-teman admin semua yang sudi mampir di blog kami, disini saya akan sedikit membahas masaah tentag pemahaman arti dan pengertian dari zuhud. Sebelumnya saya ingin berkata kepada anda ,Pernahkah anda mendengar kata zuhud? Mungkin ada sebagian dari anda merasa asing dengan kata ini. Kata ini memang berasal dari bahasa asing, yaitu bahasa Arab. Pada sub bab ini kita akan mengupas tuntas tentang sifat zuhud, salah satu sifat mulia yang semestinya dimiliki oleh setiap muslim. Untuk itu, mari kita mulai dengan membahas pengertian zuhud terlebih dahulu.

Pengertian dan arti zuhud

Kata zuhud berasal dari bahasa Arab yang maknanya tidak ingin kepada sesuatu dengan meninggalkannya. Istilah zuhud merupakan salah satu istilah ilmu tasawuf. Ilmu tasawuf sendiri berarti sebuah ajaran dalam Islam yang mengajarkan cara menyucikan diri, meningkatkan akhlak, dan membangun kehidupan jasmani dan rohani untuk mencapai kebahagiaan abadi bersama Allah Ta’ala. Orang yang menjalani tasawuf disebut dengan sufi.

Pengertian zuhud adalah berpaling dan meninggalkan sesuatu yang disayangi yang bersifat materiil atau kemewahan duniawi dengan mengharap suatu wujud yang lebih baik dan bersifat spiritual atau kebahagiaan akhirat. Zuhud dalam tasawuf adalah satu tingkatan yang harus ditempuh oleh seorang sufi dalam mendekatkan diri kepada Allah. Abu Nasr as-Sarraj at-Tusi, salah seorang ulama tasawuf membagi zuhud menjadi tiga tingkatan yaitu sebagai berikut :

1.     Tingkat mubtadi atau tingkat pemula, yakni orang yang tidak memiliki sesuatu dan hatinya pun tidak  ingin memilikinya.
2.  Tingkat mutahaqqiq atau tingkat orang yang telah mengenal hakikat zuhud, yakni orang yang bersikap tidak mau mengambil keuntungan pribadi dari harta benda duniawi karena ia tahu dunia ini tidak mendatangkan keuntungan baginya.
3.  Tingkat ‘alim muyaqqin atau orang yang tidak lagi memandang dunia ini mempunyai nilai. Bagi kelompok ini dunia hanyalah sesuatu yang melalaikan orang dari mengingat Allah. Imam al-Gazali, seorang ulama besar dan terkenal juga membagi zuhud atas tiga bagian yaitu sebagai berikut :

a.    Meninggalkan sesuatu karena menginginkan sesuatu yang lebih baik.
b.    Meninggalkan keduniaan karena mengharap sesuatu yang bersifat keakhiratan.
c.    Meninggalkan segala sesuatu selain Allah swt. karena rasa cintanya hanya tertuju kepada Allah.

Dari pembagian yang dikemukakan oleh Abu Nasr as-Sarraj at-Tusi dan Imam al-Gazali, terlihat bahwa pokok persoalan terletak pada pandangan bahwa harta benda adalah sesuatu yang harus dihindari. Oleh karena harta benda dianggap dapat memalingkan hati dari mengingat tujuan perjalanan sufi, yaitu Allah swt.

Bagi sufi, dunia ini tidak mempunyai nilai hakiki karena ia bersifat sementara dan tidak kekal. Artinya, yang betul-betul mengandung nilai hanyalah surga di akhirat. Surga ini pun belum mempunyai nilai yang hakiki. Nilai yang hakiki hanya ada pada zat nilai itu berasal, yaitu Allah swt. Oleh karena itu, para sufi memasrahkan segenap harapannya kepada Allah dan tidak mementingkan dunia ini karena bagi mereka dunia penuh tipu daya. Inilah makna zuhud menurut para sufi.


Sikap zuhud ini tidaklah semata perilaku sufi. Kaum muslimin secara umum pun perlu menerapkan sikap ini. Zuhud bukan berarti semata-mata tidak mau memiliki harta dan tidak suka mengenyam nikmat duniawi. Akan tetapi, zuhud sebenarnya adalah kondisi mental yang tidak mau terpengaruh oleh harta dan kesenangan duniawi dalam mengabdikan diri kepada Allah swt.

Dengan demikian, walaupun Nabi Sulaiman atau Usman bin Affan kaya raya, mereka tetap sebagai orang yang zuhud dan hidup dalam keadaan zuhud. Mereka tidak terpengaruh oleh kekayaan yang dimiliki dalam mengabdikan diri kepada Allah swt
Zuhud berarti menjaga agar harta dan jabatan tidak melalaikan seseorang dalam mengabdikan diri kepada Allah. Dalam firman Allah surah Al-hadi-d juga di sebutkan yang  Artinya sebagai berikut :

Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. (Q.S. al-.Hadi - d [57]: 23).


Inilah pemahaman makna zuhud yang disepakati oleh para ulama. Harta benda tidak dilarang untuk dimiliki, tetapi harta tersebut tidak boleh mempengaruhi atau memperbudak seseorang dalam mengabdikan dirinya kepada Allah swt. 

0 Response to "Arti Zuhud / Pengertian Dari Zuhud"

Post a Comment